Lot dan Istrinya

lot dan istrinya
Damai sejahtera dalam nama Yesus Kristus,

Kisah Lot dan istrinya adalah cerita yang mengajarkan kita banyak pelajaran tentang iman, ketaatan, dan konsekuensi dari pilihan hidup. Dalam Kitab Kejadian 19:12-26, kita melihat bagaimana kisah ini mencerminkan realitas spiritual yang relevan bagi kita saat ini. Hari ini, mari kita merenungkan kisah ini dan bagaimana kita dapat mengambil pelajaran berharga dari kehidupan mereka.

Bacaan Alkitab: Kejadian 19:12-26

Dalam kisah ini, Lot dan keluarganya diberikan peringatan oleh malaikat tentang penghancuran kota Sodom yang korup. Mereka diberi instruksi untuk melarikan diri dan dilarang berhenti atau melihat kembali. Namun, ketika penghancuran sudah mendekat, istri Lot tidak tahan godaan dan melihat kembali dengan rasa nostalgia terhadap kota yang akan hancur. Akibatnya, dia berubah menjadi patung garam.

Pelajaran pertama yang dapat kita ambil dari kisah ini adalah pentingnya ketaatan penuh terhadap instruksi Tuhan. Lot dan keluarganya diberikan kesempatan untuk melarikan diri dari penghancuran, tetapi istri Lot tidak mampu mengatasi rasa nostalgia dan meremehkan peringatan Tuhan. Ini mengingatkan kita akan pentingnya mengikuti perintah Tuhan dengan setia, tanpa pandangan ke belakang yang dapat membahayakan iman dan ketaatan kita.

Kisah ini juga mengajarkan kita tentang bahaya merindukan masa lalu yang mungkin tidak sehat bagi iman kita. Terkadang, kita cenderung merindukan masa lalu, entah itu karena kenangan manis atau kesenangan duniawi. Namun, jika merindukan masa lalu menghalangi kita untuk maju dalam iman dan ketaatan kepada Tuhan, itu bisa menjadi penghalang yang serius.

Namun, dalam kisah ini, kita juga melihat bagaimana Allah mengasihi Lot dan menyelamatkannya meskipun kelemahannya. Meskipun istri Lot berubah menjadi patung garam, Lot masih mendapatkan keselamatan karena Allah mendengarkan doa Abraham. Ini adalah pengingat bahwa Allah senantiasa memberikan peluang pertobatan dan kasih karunia kepada kita, bahkan ketika kita berjuang dengan kelemahan kita.

Dalam merenungkan kisah Lot dan istrinya, mari kita belajar untuk menghindari nostalgia yang berbahaya dan tetap setia kepada Tuhan. Kita diajak untuk hidup dalam ketaatan penuh terhadap perintah-Nya, tanpa terjebak dalam masa lalu yang mungkin menghalangi pertumbuhan iman kita. Dengan bantuan kasih karunia Allah, kita dapat menjalani kehidupan yang setia, berkembang dalam iman, dan menjauhi bahaya nostalgia.

Semoga Tuhan memberkati kita semua dalam perjalanan iman kita dan membimbing kita untuk tetap setia dan tumbuh dalam hubungan dengan-Nya.

Amin.

Written by