Merefleksikan Kristus Sebagai Korban

Ibadah bersama di awal minggu terus berlangsung dan menjadi bekal bagi Pimpinan dan para Dosen serta Tenaga Kependidikan di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado dalam mengemban tugas yang mulia dan keikhlasan beramal.

Ibadah ini dipimpin oleh Frety Cassia Udang, M.Th melalui Pembacaan Alkitab yang diambil dalam Ibrani 9:24-28. Dalam khotbahnya dijelaskan bahwa gagasan keagamaan penulis kitab Ibrani menempatkan Kristus sebagai imam dan korban yang sempurna, satu dan sekali untuk selama-lamanya, yang membuka tabir dosa sehingga manusia disucikan untuk beribadah, hidup dan bersekutu dengan Allah.

Dilanjutkannya, Kristus adalah pengantara, jalan dan cara satu-satunya untuk sampai kepada Allah. Menarik bahwa penulis  Ibrani mencatat bahwa apa yang Kristus lakukan itu dilakukan demi kepentingan kita (ayat 24), bukan demi kepentingan diri-Nya. Ketika dewasa ini relasi kehidupan umat beragama banyak dilukai oleh tindakan-tindakan manusia yang bertindak atas nama agama untuk membela Tuhan dan kepentingan Tuhan, kita diingatkan bahwa Allah yang kita imani di dalam Yesus Kristus, sesungguhnya bertindak dan berkarya untuk kita. Gagasan Kristus sebagai Imam dan korban itu sendiri, adalah sebuah gagasan tentang keseimbangan; dimana Kristus pada satu sisi hadir sebagai penyelamat, tetapi pada sisi yang lain menjadi korban dalam rangka keselamatan itu sendiri. Secara garis besar Ayat 28, menyatakan bahwa Kristus mengorbankan diri-Nya untuk menganugerahkan keselamatan. Dengan merefleksikan Kristus sebagai Korban, kita belajar merendahkan diri dalam penguasaan Allah bukan dalam hitung-hitungan hak dan kewajiban.

Berefleksi dari Kristus sebagai Korban kiranya mengajarkan kita untuk melakukan sesuatu dengan kerelaan, penuh kerendahan hati, untuk saling menerima dan mendukung, karena hanya dengan kerelaan untuk melakukan sesuatu ada ketulusan untuk menerima segala kekurangan dan kelebihan diri dan sesama, sehingga ketika kita pun gagal dan salah, bagi kita itu adalah dinamika untuk belajar menuju yang lebih baik.

Setelah pelaksanaan ibadah Senin (10/08/20), acara dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor IAKN Manado yang diwakilkan kepada Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Heldy Rogahang, M.Th. Wakil Rektor menyampaikan ungkapan syukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada penyelenggara karena ibadah awal minggu IAKN Manado dapat berjalan dengan baik. Sehubungan dengan proses akademik yang akan memasuki semester ganjil di tahun akademik 2020-2021, beliau menghimbau agar semua hal yang terkait dengan proses her-registrasi atau pendaftaran kembali supaya dipersiapkan dengan baik sehingga para mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan tepat waktu.

Penulis : DOP
Editor : JJL
Fotografer : JJL & RKG
Sumber : MBC IAKN Manado

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *