Memajukan Pengarusutamaan Gender dan Pemberdayaan Perempuan, IAKN Manado Gelar Forum Group Discussion

Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertemakan “Peran Gereja dan Komunitas Kristen di Sulawesi Utara Dalam Memajukan Pengarusutamaan Gender dan Pemberdayaan Perempuan”.

Kegiatan FGD dilaksanakan secara daring dengan menghadirkan narasumber Pnt. Sandra Rondonuwu, S.Th, SH (Sekretaris WKI Sinode GMIM dan Anggota DPRD Provinsi Sulut), Pnt. Dr. Peggy Mekel (Ketua Komisi WKI Sinode AM Sulutenggo) dan Novia Lambey (President of Young Women Christian Asssociation Indonesia).

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini yakni untuk mendiskusikan dan menggali peran Komisi Wanita GMIM baik di tingkat Sinode dan tingkat Jemaat dalam pemberdayaan perempuan dan pengarusutamaan gender di lingkungan gereja, menggali pandangan PGI Wilayah/Sinode Am gereja-gereja di wilayah sekitar Sulawesi Utara tentang upaya-upaya pemberdayaan perempuan dan pengarusutamaan gender baik di gereja dan masyarakat.

Selain itu, menggali dan memahami dampak pemberdayaan bagi perempuan gereja bagi lingkungan gereja, masyarakat, bangsa dan negara serta mengidentifikasi tantangan-tantangan dalam pemberdayaan perempuan dan pengarusutamaan gender di lingkungan gereja.

Rektor IAKN Manado, Dr. Olivia Cherly Wuwung, S.T., M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa melalui kegiatan FGD kita dapat mendiskusikan dan menggali bagaimana peran wanita gereja dalam pengarusutaamaan gender, upaya dan dampak pemberdayaan bagi perempuan.

“Dalam rangka kegiatan Dialog Lintas Agama yang akan diikuti oleh Lembaga perguruan tinggi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado yang akan menyoroti tema “Faith Communites’ Perspectives on Women’s Empowerment and Gender Mainstreaming” maka kajian tentang bagaimana peran GMIM sebagai salah satu unsur pembentuk komunitas Kristen di Sulawesi Utara dan Indonesia pada umumnya dalam memajukan kesetaraan gender melalui pemberdayaan perempuan perlu dilakukan.” Tutur Rektor.

Pnt. Sandra Rondonuwu, S.Th, SH (Sekretaris WKI Sinode GMIM dan Anggota DPRD Provinsi Sulut) dalam pemaparannya menyampaikan bahwa saat ini menjadi pergumulan Komisi WKI Sinode GMIM dalam mengatasi kekerasan terhadap perempuan.

Menurutnya, perempuan perlu diberikan pemahaman tentang arti kehidupan, perempuan harus menyiapkan diri sehingga kehadirannya nampak di masyarakat. Perempuan juga dapat mempengaruhi setiap keputusan penting.

“WKI Sinode GMIM memiliki beberapa program dalam rangka pemberdayaan dan pengembangan potensi,” Ujar Sekretaris.

Narasumber lainnya, Pnt. Dr. Peggy Mekel (Ketua Komisi WKI Sinode AM Sulutenggo) juga mengungkapkan tentang sterotype terhadap perempuan, isu marjinalisasi dan kerentanan perempuan mengalami kekerasan.

“Perlu adanya pemberdayaan ekonomi, pelatihan kewirausahaan untuk perempuan. Kami juga memiliki program unggulan yakni program pemberdayaan perempuan, pelatihan peran perempuan di bidang politik. Kami juga berupaya menjadi fasilitator bermitra dengan pemerintah dan lembaga pemberdayaan perempuan,” Ucap Rektor.

Narasumber berikutnya Novia Lambey (President of Young Women Christian Asssociation Indonesia) yang dalam pemaparannya menyampaikan dalam organisasinya memiliki 4 (empat) program unggulan yang berkaitan langsung dengan pelatihan dan pendidikan.

“Kekerasan kepada perempuan sudah menjadi isu global dan itu terjadi mulai dari usia anak sampai dewasa, sehingga perlu adanya partisipasi setiap orang untu mengkampanyekan stop kekerasan terhadap perempuan dan anak,” Jelas Presiden YWCA.

Presiden YWCA berharap kedepan perlu adanya sinergitas dalam meningkatkan kualitas perempuan melalui pendidikan formal dan informal serta perlu disiapkan program terpadu.*DOP

Written by