Melukis Bunyi II Bertajuk Menyatu dalam Harmoni, IAKN Manado dan IAIN Manado Gelar Kegiatan Kolaboratif Wujudkan Moderasi Beragama

Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado menggelar kegiatan kolaboratif dalam rangka mewujudkan moderasi beragama di Amphitheater IAIN Manado, Rabu (20/12/23).

Kegiatannya adalah Melukis Bunyi II dengan konsep diskusi dan pertunjukan seni musik dan mengangkat judul “Menyatu dalam Harmoni” yang bermula dari isu tentang moderasi beragama di Indonesia khususnya di Sulawesi Utara.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Mastang Babang A. Baba, M.Pd.

Wakil Rektor mengapresiasi kegiatan ini, karena bentuk kolaborasi antara IAKN Manado dan IAIN Manado harus terus dilaksanakan dan bukan terakhir kalinya namun ini hanya langkah awal untuk melanjutkan kegiatan-kegiatan lainnya yang sangat kreatif, edukatif, dan berkualitas, serta berdampak positif.

“Bukan hanya saja kegiatan tetapi terkait mata kuliah Manajemen Pertunjukan dan Penyajian karya musik dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Musik Gereja dan Prodi Musik Gereja dengan Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) saja, diharapkan juga prodi-prodi lainnya juga dapat mengusung kegiatan-kegiatan kolaborasi seperti ini.” Tutur Wakil Rektor

Kegiatan ini terdiri dari dua sesi, pertama diskusi lintas agama yang melibatkan beberapa organisasi kemahasiswaan SULUT dan Akademisi Musik ; 1) Ketua Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia SULUT ( Pusvita V.D Parwita, 2) Ketua II Yayasan Dhammadipa ( Virya D Mongkaw), 3) Ketua Umum Dewan Pimpinan  Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah SULUT ( Rohit Mahatir Manese), 4) Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Indonesia Cabang Manado yang diwakili oleh;  Farhan Umar, 5) Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen  Indonesia Koordinator Wilayah X SULUT-GORONTALO yang diwakili oleh; Jonathan Ramisan, 6) Siguti Sianipar (Akademisi Musik IAKN Manado), 7) Febriyando (Akademisi Musik IAIN Manado.

Kegiatan Diskusi ini dipimpin oleh moderator Muhammad Kamil Jafar, Seorang Antroplog Muda SULUT dan Dosen di IAIN Manado.

Setelah kegiatan diskusi dilanjut dengan pementasan karya musik dari 7 komposer muda di SULUT yang mengangkat isu-isu moderasi beragama melalui karya musik mereka.

Kegiatan ini diharapkan mampu untuk berkontribusi menamankan nilai-nilai moderasi beragama di dalam lingkungan Kampus dan memperkuat Budaya Masyarakat Sulawesi Utara yang selalu menjunjung Nilai-nilai Toleransi.

Selain kegiatan Diskusi dan Pementasan Karya Musik, kegiatan ini juga sekaligus dilaksanakannya Penandatanganan Implementation Agreement antara Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado dengan Program Studi Pendidikan Musik Gereja pada Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Manado.

Diketahui, “Melukis Bunyi” adalah event kreatif mahasiswa musik yang dimulai pada tahun 2022, dengan mengangkat judul “Melukis Bunyi dalam Anomali Kehidupan” dengan tema acara yang terinspirasi dari masalah kekerasan dan kriminalitas di Sulut yang telah sukses di laksanakan di Graha Gubernuran Sulawesi Utara pada tanggal 06 Januari 2022.*ES

Facebook 
Instagram
Kementerian Agama 
Website IAKN Manado

Categories: Berita IAKN