Terus tingkatkan kualitas Pendidikan, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado laksanakan Public Lecture dengan mengangkat Tema “Building a digital Campus” Strategi Peningkatan Kualitas Pendidikan dengan menghadirkan Narasumber Prof. Dr. Muchlis R. Luddin, M.A (Guru Besar Universitas Negeri Jakarta, Inspektur Jendral Kemendikbud RI Tahun 2018-2020) dan Juldin Bahriansyah, S.T, M.Si (Kasubdit Valuasi dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Deputi Bidang Riset dan Pengembangan Kemenristek/Brin) di Aula IAKN Manado dan melalui Aplikasi Zoom Meeting pada Jumat (28/05/2021).

Seminar dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Rektor IAKN Manado Dr. Jeane M. Tulung, S.Th., M. Pd. Mengatakan bersyukur untuk kesempatan terbaik yang berikan Sang Pencipta bagi semua orang. Ia menejelaskan tujuan diangkatnya tema Building a digital Campus sebagai implementasi Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang telah di-launching oleh Dirjen BIMAS Kristen pada tahun 2020.

Ditambahkannya, IAKN Manado sedang memulai membangun Cyber Christian University atas dorongan Sekjen Kemenag RI, langkah awal yang diambil yaitu selesainya proposal yang akan berlanjut ke tahap selanjutnya. IAKN Manado juga dipilih oleh Dirjen BIMAS Kristen dalam melaksanakan program Doktor berskema Sandwich, dan sudah ada dosen serta mahasiswa yang tergabung dalam progam ini.

Di akhir sambutannya Rektor IAKN mengatakan bahwa IAKN Manado memiliki Super Team untuk meningkatkan lembaga ini, dengan terus meningkatkan kompetisi dan kualifikasi.

Narasumber Pertama Prof. Dr. Muchlis R. Luddin, M. A mengangkat topik Towards to the digital University dalam materi ini beliau menyampaikan bahwa kita sedang berada di Revolusi Keempat atau yang lebih dikenal Industry 4.0 dengan berfokus pada 3 aspek yaitu Cyber Physical, Internet of Things dan Bio-Technology.

Prof. Muchlis mengajak para peserta untuk memikirkan kembali terkait pendidikan tinggi di tahun 2021 yang memiliki 4 hal penting yaitu keterbukaan, terhubung ke jaringan, keterlibatan demokratis dan partisipasi budaya.

Ia mendefinisikan universitas digital:

  1. bagaimana orang bisa terlibat dengan media (informasi literasi dari mode verbal, visal dan cetak hingga menjadi digital)
  2. bagaimana digital dapat dimasukkan ke dalam strategi dan praktik kelembagaan
  3. Untuk memecahkan masalah dan tantangan sistem pendidikan tinggi yang disediakan oleh teknologi baru untuk mengelola sistem, mahasiswa dan staf adalah sebuah citra sebuah universitas sebagai suatu bisnis.
  4. Meningkatnya teknologi yang digunakan dalam pendidikan tinggi.
  5. teknologi sangat berdampak bagi mereka yang bereja dalam universitas, mahasiswa akademik, kementrian dan staf profesional yang berada di lingkunagan kampus, administrasi, organisasi, kelas dan lingkungan belajar lainnya.

Narasumber kedua Juldin Bahriansyah, S.T., M.Si dengan topik Urgensi Komersialisasi Hasil Riset Sebagai Bagian dari Inovasi Perguruan Tinggi. Dalam pemaparannya ia menyampaikan pola hilirisasi dan komersilisasi yang memiliki 4 aspek yaitu Penelitian, Pengembangan, Uji coba di lingkungan sendiri dan Eksploitasi untuk memperoleh manfaay ekonomi. Dalam melakukan penelitian kita akan dipertemukan dengan tantangan pengembangan hasil riset seperti kekurangan SDM, ketidaktepatan pola pikir, dan kekurangan dana, kekurangan infrastruktur penduikung, kerumitan sertifikasi, kesulitran menjamin jalur suplai, perbuhana iklim dan kompetesi pasar.

Penulis : Nanda Korinus (UKM Multimedia IAKN Manado)
Editor : MCR
Sumber Foto : UKM Multimedia IAKN Manado
Sumber Berita : MBC IAKN Manado

X