Maria Armalita Tumimbang, M.Sn dan Febri Manoppo, S.Th., M.Pd.K terpilih mewakili Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado menjadi narasumber Konferensi I Dewan Dosen Indonesia 2021. Konferensi ini mengusung tema besar “Refleksi Kemerdekaan RI ke-76 Dalam Ragam Perspektif”. Konferensi berlangsung secara Virtual mulai dari pukul 08.00-17.00 WIB dengan jumlah peserta sebanyak 514 dan presenter atau narasumber sebanyak 150 dosen perwakilan perguruan tinggi pada Senin (23/8/2021).

Selain sebagai Dosen, Maria Armalita Tumimbang, M.Sn merupakan Ketua Program Studi Musik Gereja (Muger) Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan (FSISK) dan Febri Manoppo, S.Th., M.Pd.K merupakan Ketua Program Studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini (PKAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen (FIPK).

Menurut, Febri Manoppo, S.Th., M.Pd.K kepada Media and Broadcasting Center (MBC) IAKN Manado bahwa proses pelaksanaan konferensi ini melewati berbagai tahapan di antaranya ;

  1. Mengirimkan artikel ilmiah yang disusun oleh masing-masing dosen peguruan tinggi se-Indonesia
  2. Kegiatan Konferensi Nasional Dewan Dosen Indonesia pada tanggal 23 Agustus 2021
  3. Kegiatan presentasi artikel ilmiah yang telah disusun dalam acara Konferensi Nasional Dewan Dosen Indonesia 2021
  4. Dalam presentasi terdapat proses diskusi ilmiah, masing-masing penulis menerima kritik dan saran konstruktif untuk penyempurnaan artikel ilmiah yang dipresentasikan.
  5. Tahap berikut diberi kesempatan untuk revisi artikel ilmiah.
  6. Tahap editing dan layout artikel ilmiah oleh penerbit.
  7. Tahap publikasi artikel ilmiah dalam bentuk book chapter (ebook) ber-ISBN

Kaprodi PKAUD juga menjelaskan bahwa Konferensi Nasional Dewan Dosen Indonesia ini memfasilitasi para dosen/akademisi se-Indonesia untuk mempresentasikan serta mempublikasikan hasil pemikiran yang merupakan refleksi kritis terhadap kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 dari ragam perspektif.

Ditambahkan Febri Manoppo, S.Th., M.Pd.K., inti materi presentasinya adalah tentang bagaimana membumikan konsep merdeka belajar dan merdeka bermain bagi anak usia dini pada masa pandemi covid-19 melalui budaya “mapalus” yang merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Minahasa di provinsi Sulawesi Utara. Konsep ini menawarkan beberapa asas penting dalam budaya “mapalus”  yakni Asas Kekeluargaan yang sekiranya dapat dikontekstualisasikan dalam implementasi konsep merdeka belajar dan merdeka bermain bagi anak usia dini yang secara teori berada pada usia emas (golden age). Secara praksis konsep ini membutuhkan kerja sama antara berbagai komponen seperti: pemerintah, lembaga PAUD, orangtua serta masyarakat yang dilandasi dengan etos kerja seperti yang dicerminkan dalam budaya “mapalus” .

“Konferensi Nasional ini sangat berkesan dan bermanfaat bagi masing-masing akademisi karena dinilai penting untuk mendukung proses pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. Dalam momentum ini kami sangat senang karena dapat  mensosialisasikan IAKN Manado melalui produk akademis berupa tulisan-tulisan ilmiah.” Tutur Kaprodi PKAUD.

Hal yang sama juga disampaikan Kaprodi Musik Gereja, Maria Armalita Tumimbang, M.Sn kepada MBC IAKN Manado mengatakan bahwa tanggal 23 Agustus 2021 menjadi momen yang luar biasa karena diberikan kesempatan untuk membuat artikel sekaligus memaparkan apa yang ditulis.

“Konferensi DDI (Dewan Dosen Indonesia) merupakan suatu wadah bagi seluruh akademisi untuk guyub virtual dan menumpahkan isi pikiran masing-masing dalam sebuah ranah akademik.” Ujar Kaprodi Musik Gereja.

Soal proses pembuatan artikel disampaikan Maria Armalita Tumimbang, M.Sn berkisar 1 minggu yang mana tulisan tersebut dikirimkan ke panitia kemudian diberikan jadwal narasumber dan dibagi dalam 4 Room Aplikasi Meeting. Sementara, untuk setiap pembicara diberikan waktu sekitar 5 menit mempresentasikan tulisannya.

“Artikel yang saya buat berjudul “Nada Kasih di Hari Merdeka” intinya adalah 76 thn adalah waktu yang masih cukup muda dibanding dengan lamanya masa penjajahan. Melihat angka ini menjadi sebuah refleksi untuk kita patut menyadari arti dan nilai dari sebuah kata MERDEKA. Merdeka dalam berpikir, merdeka dalam bereksperimen, bertransformasi dan merdeka dalam memberdayakan generasi-generasi penerus bangsa dalam kampus kita masing-masing untuk menjadikan Indonesia Tangguh walaupun ditengah situasi wabah covid ini. Harapan-harapan tersebut dilandasi semangat kebersamaan, seirama dan selaras. Inilah yang disebut sebagai Nada Kasih di Hari Merdeka. Raihlah cita-cita sebagai penghapus derita! Merdeka!!!” Tutup Kaprodi Musik Gereja.

Diketahui, Konferensi menghadirkan Keynote Speaker Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Makarim, Wakil Menteri Agama RI  Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si dan Staff Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Prof. Dr. Drs. Henri Subiakto, SH., MA.

Penulis : DOP
Editor : DOP
Sumber Berita : MBC IAKN Manado

X