Evaluasi Asta Protas: Memetakan Kesiapan IAKN Manado mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi.

Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Itjen Kemenag) mengakhiri rangkaian Evaluasi Asta Protas di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado melalui pelaksanaan exit meeting yang dilaksanakan di sela-sela Rapat Kerja Pimpinan IAKN Manado, Kamis (18/12). Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor IAKN Manado, Dr. Olivia Cherly Wuwung, S.T., M.Pd., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Heldy Jerry Rogahang, M.Th., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Anita Inggrith Tuela, M.Th., Ketua SPI, Drs. Jiffry F. Kawung, S.Th., M.Si., serta para pimpinan di lingkungan IAKN Manado.

Proses evaluasi yang dilaksanakan sejak tanggal 14 hingga 18 Desember 2025 ini berlangsung secara komprehensif dengan dukungan penuh dari Satuan Pengawas Internal (SPI) dan pimpinan IAKN Manado. Sinergi antara Itjen dan SPI memastikan data yang dihimpun akurat dan mencerminkan kondisi riil di IAKN Manado.

Wawan Saepul Bahri selaku Pengendali Teknis menyampaikan apresiasi atas keterbukaan data dan kerja sama IAKN Manado dalam pelaksanaan Evaluasi Asta Protas. “Hasil evaluasi ini menjadi penguat langkah IAKN menuju mutu dan prestasi yang semakin unggul,” ujarnya.

Evaluasi Asta Protas pada IAKN Manado berfokus pada Protas Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi dengan cakupan enam indikator evaluasi, yaitu: roadmap PTKN untuk percepatan akreditasi unggul; alokasi anggaran (DIPA) untuk program beasiswa dan peningkatan kompetensi dosen; pelaksanaan program peningkatan kompetensi dosen (pelatihan dan studi lanjut); implementasi Pengembangan Skema Pembiayaan Pendidikan Tinggi Keagamaan bagi Mahasiswa yang Berkeadilan; persentase atau jumlah program studi yang meraih akreditasi unggul; serta keterlibatan PTKN dalam pemeringkatan THE Impact SDGs.

Hasil dari masing-masing indikator merupakan wujud kolaborasi antara Tim Inspektorat II dan Tim SPI IAKN Manado. Setiap indikator dianalisis dan dipaparkan dari aspek kondisi, sebab, dan akibat, sehingga menghasilkan saran perbaikan yang disampaikan oleh Anggota Tim Madewi Dzatiddini, Candra Nur Udin, Siti Sarifah, serta Tim SPI Joane Brenda Korompis, Ekaristi Abigail Lonteng, dan Prisilia Mandang.

Ketua Tim, Junaedi, menyampaikan saran perbaikan dan kesimpulan hasil evaluasi. “Asta Protas sebagai program baru tentu masih perlu dipahami secara mendalam oleh kita bersama. Evaluasi ini diharapkan dapat menjadi sarana refleksi agar ke depan pelaksanaan Asta Protas semakin optimal,” ujarnya. Junaedi juga mengapresiasi pelaksanaan Rapat Kerja Pimpinan yang digelar setelah exit meeting, sehingga hasil evaluasi dapat segera ditindaklanjuti dan didiskusikan secara strategis.

Rektor IAKN Manado, Dr. Olivia Cherly Wuwung, S.T., M.Pd., menyatakan bahwa hasil evaluasi ini menjadi panduan penting bagi kampus dalam merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. “Kami berkomitmen untuk terus mewujudkan pendidikan yang unggul secara kualitas, ramah dalam pelayanan, dan terintegrasi secara sistem. Catatan dari Itjen dan pendampingan SPI akan segera kami tindak lanjuti sebagai bagian dari transformasi berkelanjutan,” ujarnya.

Rektor juga menyampaikan bahwa sejumlah upaya peningkatan mutu telah dan sedang berjalan, termasuk pengajuan akreditasi unggul untuk beberapa program studi yang saat ini masih menunggu hasil penilaian akhir.

Sebagai mitra strategis di tingkat satuan kerja, SPI IAKN Manado akan mengawal secara berkelanjutan setiap rekomendasi yang diberikan oleh Itjen. Langkah ini dilakukan agar target Asta Protas Menteri Agama tidak hanya tercapai secara administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi seluruh sivitas akademika.

Kegiatan ditutup dengan prosesi penandatanganan dan penyerahan dokumen catatan hasil evaluasi. Dokumen tersebut akan menjadi pijakan bagi IAKN Manado dalam melangkah menuju institusi pendidikan tinggi keagamaan yang unggul dan berdaya saing global.

Categories: Berita IAKN, Events, News, News, News